DOMINO ONLINE - Berawal dari PRT, wanita ini dapat beasiswa fotografi di New York

DOMINO ONLINE


Tidak ada yang tahu dengan pasti ke mana nasib seseorang akan di bawa. Begitu juga yang terjadi dengan nasib seorang wanita dari Filipina ini. Berangkat ke Hongkong sebagai seorang pembantu rumah tangga ternyata kini dia malah mendapat kesempatan untuk bersekolah di New York.

Dilansir dari CNN, Xyza Crus Bacani tumbuh dan berasal dari wilayah miskin di Nueva Vizcaya, Filipina. Selanjutnya pada usia 19 tahun dia mulai meninggalkan sekolah dan menjadi pembantu rumah tangga di Hongkong.

DOMINO ONLINE - Xyza Crus Bacani

Bacani mulai menjadi fotografer dengan memotret kehidupan teman-temannya sesama pekerja migran yang mendapatkan perlakuan buruk selama di Hongkong.

Karena latar belakang dan kehidupan yang sama antara dirinya dengan obyek yang diambilnya tersebut maka karya-karya dari Bacani sangat jujur dan mampu menyampaikan pesan yang diinginkan.

Hobi fotografi ini dilakukan olehnya setiap hari libur seminggu sekali. Pada saat itu, Bacani berjalan-jalan di area sekitar Hongkong atau menemui temannya untuk mengambil gambar yang sesuai.

Selama ini dia melakukan fotografi tersebut sebagai hobi dan dokumentasi mengenai hari-harinya di Hongkong saja. Jadi ketika ternyata karyanya mendapat banyak pujian hingga akhirnya dia berhak mendapat beasiswa ke New York tentu itu sangat mengejutkan bagi dirinya dan keluarganya di Filipina.

Domino Online - Beasiswa ini diberikan oleh Magnum Foundation kepada tujuh orang yang dianggap memiliki perhatian besar pada Hak Asasi Manusia. Dari beasiswa tersebut, Bacani berhak tinggal dan belajar selama enam minggu di Tisch School of Arts, New York.

Dengan kesempatan sekolah di New York ini maka Bacani akan meninggalkan status dan pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga. Walau begitu dia merasakan cukup berat untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.

Selama ini dia menganggap pekerjaan itu merupakan penyelamat baginya dan kelurganya karena tiap bulan dia dapat mengirim penghasilannya. Tetapi Bacani tetap yakin untuk mengambil bea siswa ini dan mencoba mencari yang lainnya agar dapat lebih banyak belajar dan memperpanjang masa tinggalnya di New York.
Previous
Next Post »